Thursday, December 06, 2012

Pengalaman Menjadi Mystery Shopper

Pengalaman menjadi mystery shopper

Ternyata sudah lama sekali tidak nulis di blog, coba-coba nulis lagi ahh... :D
Pernahkah anda pergi ke sebuah restoran yang bagus dan makanannya enak-enak, namun ternyata pelayanannya buruk sekali misalnya ketika anda panggil waiter atau waitress nya sulit sekali untuk dipanggil, begitu bisa dipanggil jawabannya nanti dulu ya pak, lalu pergi begitu saja... kesel kan, dan kemungkinan besar anda mungkin tidak akan kembali lagi untuk makan di restoran tersebut yang tentu saja hal tersebut merupakan suatu kerugian bagi pengusaha restoran tersebut. Nah untuk mencegah hal-hal seperti itu terjadi, salah satu cara yang dilakukan pengusaha adalah dengan menggunakan jasa dari Mystery Shopper.



Apa itu mystery shopper/mystery shopping? secara umum Mystery Shopping adalah sebuah metode untuk mengecek service/pelayanan yang diberikan oleh Frontliner kepada customer dengan cara mengirimkan seseorang (Shopper) sebagai tamu/pelanggan. Dinamakan Mystery Shopper karena Frontliner tidak tahu bahwa Shopper sedang mengecek service yang diberikan. Apabila status sebagai Mystery Shopper diketahui, kunjungan dianggap gagal.

Tidak terasa saya sudah melakukan pekerjaan sampingan sebagai mystery shopper selama dua tahun, ternyata banyak sekali bidang yang menggunakan jasa ini misalnya dealer otomotif, toko-toko pakaian, perhiasan dan yang paling saya sukai adalah kunjungan ke restoran-restoran, yah itung-itung makan gratis aja :D 


Pernah suatu ketika saya tidak sempat melakukan kunjungan ke suatu tempat yang telah ditunjuk oleh provider mystery shopper, lalu saya mendelegasikan kunjungan tersebut kepada adik sepupu yang setelah disetujui oleh provider tsb, sampai sekarang dibandingkan dengan saya, dia malah lebih aktif menjadi seorang mystery shopper pada beberapa provider, hampir tiap hari dia melakukan kunjungan ke berbagai tempat, fee nya pun lumayan tuh hehehe....

sampai saat ini, karena hampir setiap bulan ada permintaan untuk melakukan kunjungan, para frontliner pun sepertinya mengetahui apakah seorang pengunjung itu adalah pengunjung biasa atau seorang yang diutus sebagai mystery shopper, ada yang jadi gugup tetapi ada juga yang malah jadi "lebay" hihihi... akan tetapi kita sebisa mungkin bersikap objektif, dan mengungkapkan fakta-fakta apa saya yang terjadi di lapangan, apabila pelayanannya bagus ya dilaporkan bagus dan apabila jelek ya laporannya jelek. namun semakin lama, sebagian besar para frontliner tersebut mungkin karena sudah terbiasa, jadi rata-rata pelayanannya bagus.

dari hal tersebut saya bisa mengambil kesimpulan bahwa perusahaan yang menggunakan jasa mystery shopper untuk mengecek pelayanan dari para frontliner nya, memberikan pelayanan yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak menggunakan jasa tersebut. Rata-rata pelayan yang tau bahwa akan datang mystery shopper di waktu-waktu tertentu sikapnya baik, ramah dan secara umum lebih baiklah pokoknya

Jadi, kalau datang ke suatu tempat dan pelayannya ogah-ogahan atau bersikap tidak mengenakan bisa hampir bisa dipastikan kemungkinan besar tempat tersebut tidak menggunakan jasa Mystery Shopper


4 comments:

el.luand said...

saya boleh ny ga perusahaan sprti apa yg menggunakan jasa tersebut.
kalau bisa saya minta nama perusahaan tersebut sebagai bahan TA saya.
klo bs tolong email k el.luand@gmail.com
thx

Fei said...

Banyak perusahaan yang menawarkan jasa mystery shopper, silahkan di search saja di google.

Mrs.P said...

halo...saya tertarik pengen jadi mystery shopper...apakah apply ke perusahaan atau mencari agency yg menangani mystery shopping? mohon informasinya

inu382 said...

boleh saya minta email anda?
saya sedang akan menyusun skripsi dengan topik mystery shopper, tapi kekurangan narasumber. mungkin anda bersedia untuk ngobrol2 tentang hal ini?
trims :)