Kejadian Memalukan di Pintu Gardu Tol Otomatis (GTO)

kejadian memalukan di pintu Gardu Tol Otomatis (GTO).

Sebelumnya, Apa sih Gardu Tol Otomatis atau GTO itu? GTO (Gerbang Tol Otomatis) adalah gerbang tol dengan mekanisme pembayaran otomatis menggunakan kartu e-money dari Bank Mandiri.

Lalu, Apa itu Kartu e-money dari Bank Mandiri?

Adalah kartu prabayar contactless smartcard yang diterbitkan oleh Bank Mandiri bekerja sama dengan Operator Tol. Saat ini operator tol yang telah bekerja sama yaitu Jasa Marga, Cipta Marga Nusaphala Persada, Marga Mandala Sakti dan Jalan tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ).
e-Toll card
e-Toll card

e-Toll Card digunakan untuk transaksi pemabayaran tol dan selanjutnya dapat digunakan untuk transaksi di luar merchant tol.
Nah, kejadian memalukan tersebut sebenarnya udah terjadi dua kali.
Yang pertama terjadi beberapa bulan lalu di Jakarta di sekitar jalan layang Semanggi, nah karena saya tidak hapal jalan-jalan yang ada di Jakarta dan hanya mengandalkan instruksi dari teman dan dipandu oleh GPS dari Google Maps, waktu itu lagi macet-macetnya soalnya pas jam pulang kantor sih, masuklah ke sebuah gerbang tol.
Namun sialnya, ternyata gerbang tol itu hanya menyediakan Gardu Tol Otomatis, padahal biasanya ada pilihan mau yang manual atau otomatis, ternyata di pintu itu hanya ada yang otomatisnya saja, padahal gak punya kartu E-Toll Card Pass nya, mana gak keliatan ada petugas yang berjaga, jadi minggir aja dulu sambil nyalain lampu hazzard.
Bingung juga mau gimana, maju gak bisa, mundur juga gak bisa soalnya jalannya lumayan padat. Ya sudah, kontak temen aja yang tinggal di Jakarta, nanyain solusinya gimana cara keluar dari Gardu Tol Otomatis (GTO) ini padahal gak ada kartunya, 
Jawaban dari teman ternyata cukup mengejutkan, katanya: "Minta tolong aja ke mobil yang ada di belakangnya, nanti kasih uang ke yang punya kartu itu buat gantiin..." wah..., aneh banget sih sarannya, 
coba cari cara lain ah, untung aja gak sendirian perginya, minta temen aja turun coba lihat ke depan (ke gardunya) siapa tau ada petugasnya di situ, untungnya ternyata ada orang yang bisa ditanya disitu, dan dia juga jualan kartu buat lewat gerbang itu...
Jiah... padahal langsung aja tawarin kartunya, gak harus tanya-tanya dulu hehe..., ya sudah, akhirnya dibeli aja kartunya, harganya Rp 50.000, berupa kartu E-Toll Card Pass dan sudah ada deposit sebesar Rp 30.000,-
Bip bip... beres deh lewat Gardu Tol Otomatis (GTO) itu... ;)
Kejadian memalukan ke dua terjadi hari sabtu kemarin di pintu gerbang tol Buah Batu Bandung. Masuk dari pintu tol Padalarang, tadinya mau keluar di pintu tol Pasteur, tapi ternyata beberapa ratus meter sebelum belokan menuju ke Pasteur sudah macet, nah dari situ ke pintu tol pasteur kan masih jauh, mungkin sekitar 2-4 Km lagi. Hiiyyy ngeri banget kalo kena macet berkilo kilo meter hehe...
Pasteur lewat karena macet, begitu pula dengan pintu tol Kopo macet juga, nah di gerbang tol M.Toha sih lumayan kosong, tapi tujuan lebih dekat kalau keluarnya di pintu tol Buah Batu. 
Sampailah di belokan menuju pintu tol Buahbatu, dan ternyata kena macet juga... whew...
antrian sebelum pintu tol Buahbatu
antrian sebelum pintu tol Buahbatu
nah waktu lagi macet-macetnya itulah, jadi kepikiran buat pake tuh kartu e tol card nya, klo dihitung-hitung masih ada Rp 20.000an lagi isinya, dan sekarang bayarnya cuma Rp 5500-an dari Padalarang ke Buahbatu.
Dan benar saja, di pintu Gardu Tol Otomatis (GTO) kosong melompong, sedangkan di pintu gerbang yang lain, terjadi antrian yang sangat panjang. Lalu masuklah ke jalur Gardu Tol Otomatis itu, namun saat kartu di tempelkan ke mesin readernya, tidak bereaksi apa-apa lalu ada tulisan muncul "Invalid Data Entry", wah... kacau...
Lalu turun pengemudi mobil yang ada di belakang, sepertinya dia warga Jakarta, dan dia berniat untuk membantu membukakan pintu dengan menggunakan kartu miliknya. Namun sebelum ditempelkan datang petugas tol dan mengatakan " jangan menggunakan kartu milik bapak, soalnya nanti bapak jadi gak bisa keluar" oohhh... kenapa? "Kalau di Bandung, kartunya harus ditempelkan saat memasuki pintu masuknya, jadi tidak  mengambil kartu saat masuk tol". Ooohh begitu toh, saya lalu mengucapkan terima kasih pada bapak-bapak yang hendak menolong itu juga sekalian minta maaf jadi menghambat perjalanannya.
Lalu saya tanya ke petugasnya, lalu bagaimana ini saya keluarnya? petugas itu mengatakan bahwa saya harus mundur lagi dan masuk ke gardu manual. Kemudian saya dibantu oleh beberapa petugas jalan tol untuk keluar dan masuk ke antrian pintu manual, untung saja antrian di Gardu Tol Otomatis (GT) ini  tidak banyak, jadi mudah untuk keluarnya dan masuknya dengan dibantu para petugas tadi.
Dari pintu tol manual ini saya serahkan kartu saat masuk dan memberikan uang cash, padahal setelah saya cari informasinya, ternyata di pintu tol manual ini juga bisa menggunakan kartu e-money nya agar lebih cepat, dan akhirnya bisa keluar juga :D
Yah..., lumayan lah pengalaman berharga, jadi sekarang sudah tau cara atau prosesnya bila akan menggunakan Gartu Tol Otomatis. Namun selain karena ketidak tahuan saya, ternyata panduan di dalam buku petunjuk di kartunya kurang jelas atau kurang detail, karena tidak menyertakan keterangan agar tidak mengambil kartu saat memasuki pintu tol masuk.
Buku Panduan e toll card
Buku Panduan e toll card
oya, saya sangat berharap agar pintu tol keluar di GedeBage segera rampung, guna mengurangi beban di pintu tol yang lain, yaitu pintu tol Buahbatu dan Cileunyi, kabarnya pintu keluar tol Gedebage ini akan dioperasikan saat pembuktaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Jawa Barat, namun sampai dengan saat ini pintu tol tersebut sepertinya masih belum selesai. 
Terakhir saya lewat ke sana waktu main-main ke Gelanggang Olah Raga (GOR) Bandung Lautan Api, masih berupa tiang-tiang, dan belum ada tanda-tanda akan dipergunakan dalam waktu dekat.
Semoga saja bisa cepat selesai nih. Amin...


Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Menjadi Mystery Shopper

Review Perbandingan Antara Iflix dengan Hooq