Monday, September 26, 2016

Kejadian Memalukan di Pintu Gardu Tol Otomatis (GTO)

kejadian memalukan di pintu Gardu Tol Otomatis (GTO).

Sebelumnya, Apa sih Gardu Tol Otomatis atau GTO itu? GTO (Gerbang Tol Otomatis) adalah gerbang tol dengan mekanisme pembayaran otomatis menggunakan kartu e-money dari Bank Mandiri.

Lalu, Apa itu Kartu e-money dari Bank Mandiri?

Adalah kartu prabayar contactless smartcard yang diterbitkan oleh Bank Mandiri bekerja sama dengan Operator Tol. Saat ini operator tol yang telah bekerja sama yaitu Jasa Marga, Cipta Marga Nusaphala Persada, Marga Mandala Sakti dan Jalan tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ).
e-Toll card
e-Toll card

e-Toll Card digunakan untuk transaksi pemabayaran tol dan selanjutnya dapat digunakan untuk transaksi di luar merchant tol.
Nah, kejadian memalukan tersebut sebenarnya udah terjadi dua kali.
Yang pertama terjadi beberapa bulan lalu di Jakarta di sekitar jalan layang Semanggi, nah karena saya tidak hapal jalan-jalan yang ada di Jakarta dan hanya mengandalkan instruksi dari teman dan dipandu oleh GPS dari Google Maps, waktu itu lagi macet-macetnya soalnya pas jam pulang kantor sih, masuklah ke sebuah gerbang tol.
Namun sialnya, ternyata gerbang tol itu hanya menyediakan Gardu Tol Otomatis, padahal biasanya ada pilihan mau yang manual atau otomatis, ternyata di pintu itu hanya ada yang otomatisnya saja, padahal gak punya kartu E-Toll Card Pass nya, mana gak keliatan ada petugas yang berjaga, jadi minggir aja dulu sambil nyalain lampu hazzard.
Bingung juga mau gimana, maju gak bisa, mundur juga gak bisa soalnya jalannya lumayan padat. Ya sudah, kontak temen aja yang tinggal di Jakarta, nanyain solusinya gimana cara keluar dari Gardu Tol Otomatis (GTO) ini padahal gak ada kartunya, 
Jawaban dari teman ternyata cukup mengejutkan, katanya: "Minta tolong aja ke mobil yang ada di belakangnya, nanti kasih uang ke yang punya kartu itu buat gantiin..." wah..., aneh banget sih sarannya, 
coba cari cara lain ah, untung aja gak sendirian perginya, minta temen aja turun coba lihat ke depan (ke gardunya) siapa tau ada petugasnya di situ, untungnya ternyata ada orang yang bisa ditanya disitu, dan dia juga jualan kartu buat lewat gerbang itu...
Jiah... padahal langsung aja tawarin kartunya, gak harus tanya-tanya dulu hehe..., ya sudah, akhirnya dibeli aja kartunya, harganya Rp 50.000, berupa kartu E-Toll Card Pass dan sudah ada deposit sebesar Rp 30.000,-
Bip bip... beres deh lewat Gardu Tol Otomatis (GTO) itu... ;)
Kejadian memalukan ke dua terjadi hari sabtu kemarin di pintu gerbang tol Buah Batu Bandung. Masuk dari pintu tol Padalarang, tadinya mau keluar di pintu tol Pasteur, tapi ternyata beberapa ratus meter sebelum belokan menuju ke Pasteur sudah macet, nah dari situ ke pintu tol pasteur kan masih jauh, mungkin sekitar 2-4 Km lagi. Hiiyyy ngeri banget kalo kena macet berkilo kilo meter hehe...
Pasteur lewat karena macet, begitu pula dengan pintu tol Kopo macet juga, nah di gerbang tol M.Toha sih lumayan kosong, tapi tujuan lebih dekat kalau keluarnya di pintu tol Buah Batu. 
Sampailah di belokan menuju pintu tol Buahbatu, dan ternyata kena macet juga... whew...
antrian sebelum pintu tol Buahbatu
antrian sebelum pintu tol Buahbatu
nah waktu lagi macet-macetnya itulah, jadi kepikiran buat pake tuh kartu e tol card nya, klo dihitung-hitung masih ada Rp 20.000an lagi isinya, dan sekarang bayarnya cuma Rp 5500-an dari Padalarang ke Buahbatu.
Dan benar saja, di pintu Gardu Tol Otomatis (GTO) kosong melompong, sedangkan di pintu gerbang yang lain, terjadi antrian yang sangat panjang. Lalu masuklah ke jalur Gardu Tol Otomatis itu, namun saat kartu di tempelkan ke mesin readernya, tidak bereaksi apa-apa lalu ada tulisan muncul "Invalid Data Entry", wah... kacau...
Lalu turun pengemudi mobil yang ada di belakang, sepertinya dia warga Jakarta, dan dia berniat untuk membantu membukakan pintu dengan menggunakan kartu miliknya. Namun sebelum ditempelkan datang petugas tol dan mengatakan " jangan menggunakan kartu milik bapak, soalnya nanti bapak jadi gak bisa keluar" oohhh... kenapa? "Kalau di Bandung, kartunya harus ditempelkan saat memasuki pintu masuknya, jadi tidak  mengambil kartu saat masuk tol". Ooohh begitu toh, saya lalu mengucapkan terima kasih pada bapak-bapak yang hendak menolong itu juga sekalian minta maaf jadi menghambat perjalanannya.
Lalu saya tanya ke petugasnya, lalu bagaimana ini saya keluarnya? petugas itu mengatakan bahwa saya harus mundur lagi dan masuk ke gardu manual. Kemudian saya dibantu oleh beberapa petugas jalan tol untuk keluar dan masuk ke antrian pintu manual, untung saja antrian di Gardu Tol Otomatis (GT) ini  tidak banyak, jadi mudah untuk keluarnya dan masuknya dengan dibantu para petugas tadi.
Dari pintu tol manual ini saya serahkan kartu saat masuk dan memberikan uang cash, padahal setelah saya cari informasinya, ternyata di pintu tol manual ini juga bisa menggunakan kartu e-money nya agar lebih cepat, dan akhirnya bisa keluar juga :D
Yah..., lumayan lah pengalaman berharga, jadi sekarang sudah tau cara atau prosesnya bila akan menggunakan Gartu Tol Otomatis. Namun selain karena ketidak tahuan saya, ternyata panduan di dalam buku petunjuk di kartunya kurang jelas atau kurang detail, karena tidak menyertakan keterangan agar tidak mengambil kartu saat memasuki pintu tol masuk.
Buku Panduan e toll card
Buku Panduan e toll card
oya, saya sangat berharap agar pintu tol keluar di GedeBage segera rampung, guna mengurangi beban di pintu tol yang lain, yaitu pintu tol Buahbatu dan Cileunyi, kabarnya pintu keluar tol Gedebage ini akan dioperasikan saat pembuktaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Jawa Barat, namun sampai dengan saat ini pintu tol tersebut sepertinya masih belum selesai. 
Terakhir saya lewat ke sana waktu main-main ke Gelanggang Olah Raga (GOR) Bandung Lautan Api, masih berupa tiang-tiang, dan belum ada tanda-tanda akan dipergunakan dalam waktu dekat.
Semoga saja bisa cepat selesai nih. Amin...


Sunday, September 18, 2016

Weight Loss Tracker Menggunakan RecStyle

Cara Mengukur Perkembangan Berat Badan 


Apakah anda sedang melakukan program diet untuk menurunkan berat badan? atau sedang melakukan program membentukan otot? Nah, bagaimana caranya kita mengukur kemajuan dari program yang sedang kita jalankan tersebut?

Tentu saja caranya adalah dengan menuliskan atau mencatat hasil yang telah diukur tersebut secara berkala, bisa harian atau mingguan, tentu saja semakin sering mencatat semakin bagus datanya.

Nah ada aplikasi yang memudahkan kita untuk melakukan pencatatan tersebut. Namanya RecStyle yang dapat di unduh Gratis di Google Playstore.

Weight Loss Traker - RecStyle
Weight Loss Traker - RecStyle


Aplikasi ini membantu memantau kemajuan program kita dengan cara mencatatkan parameter-parameter yang di kehendaki pada aplikasi ini setiap hari.

Saturday, September 17, 2016

Cara Mengecek Koneksi Internet Dengan Aplikasi Internet Speed Meter Lite

Apakah anda pernah mengalami saat surfing menggunakan smartphone, tapi loadingnya lama? Bisa jadi hal itu disebabkan oleh koneksi internet yang tidak stabil atau putus nyambung, lalu bagaimana caranya agar kita bisa tahu apakah ada koneksi internet yang tersambung dan seberapa cepat koneksinya?

Untuk mengetahui seberapa cepat koneksi internet bisa menggunakan aplikasi speedtest.net namun ada lagi aplikasi cukup simpel yang membantu kita untuk bisa mengetahui apakah ada koneksi saat ini dan seberapa cepat?

Internet Speed Meter Lite di Google Playstore
Internet Speed Meter Lite di Google Playstore

Anda bisa menggunakan aplikasi yang bernama Internet Speed Meter Lite, aplikasi ini

Thursday, September 15, 2016

Berpartisipasi di Google Local Guides

Tahukah anda apa Google Local Guides itu?

Local Guides adalah suatu komunitas global para penjelajah yang membagikan foto-foto, menjawab pertanyaan-pertanyaan lokal area, menambahkan atau memperbaiki lokasi dan menulis pendapat kita di Google Maps. Jutaan orang bergantung pada kontribusi orang-orang seperti anda (pemberi masukan) untuk memutuskan kemana akan pergi dan merencanakan apa yang akan dilakukan.

Awal mula bergabung di Google Local Guides ini bermula waktu saya mengambil foto-foto di suatu lokasi menggunakan telepon genggam, setelah pengambilan foto dilakukan tiba-tiba muncul notifikasi yang bunyinya: "Apakah anda mau mengunngah foto-foto ke.... (lokasi saat itu saya berada)? ya sudah saya klik iya, kemudian saya diarahkan untuk mendaftar di Google Local Guide tersebut, setelah klik konfirmasi, kemudian foto-foto yang saya pilih di upload ke Google Maps.

Dalam waktu periode tertentu kita akan mendapatkan report dari Google tentang foto-foto yang telah kita unggah, yah... ada perasaan senang juga ternyata foto-foto yang telah diupload tersebut banyak juga yang lihatnya :D

Laporan Berkala dari Google Local Guides
Laporan Berkala dari Google Local Guides

Jadi inget pernah suatu hari mau memperbaiki sepeda anak saya, kalau di Bandung, lokasi toko-toko

Monday, August 22, 2016

No Deposit Bonus di Instaforex - Nggak Deh...

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat telepon dari CS Instaforex, menanyakan tentang trading saya, apakah ada kendala atau tidak dan lain-lain... Bagus sih, berarti ada usaha untuk terus berhubungan dan mempertahankan nasabah. Saya katakan bahwa saya akan berhenti trading dan di akhir telepon tersebut si CS mengatakan bahwa sekarang program no deposit bonus sedang di gencarkan lagi dan bagi yang belum pernah mendapatkan bonus tersebut bisa mendapatkannya.

Ok deh, dapat free margin gratis, siapa yang bisa nolak? nothing to lose kan berarti, dicobalah mendaftar disini, buka akun baru. Persyaratannya yaitu sudah diverifikasi 2 level.

Tingkat pertama yang diverifikasi adalah KTP, ok lolos, verifikasi yang kedua saya input tagihan

Menulislah walaupun gak ada yang baca...

Saya baru saja mendengarkan sebuah podcast dari seorang marketer expert asal Indonesia, Fakry Fatullah dari channelnya yang bernama Kajian Bisnis Online. Dari ratusan podcast yang telah di produksinya itu saya mendengarkan salah satunya yang berjudul: 

"Mengapa anda harus menulis walaupun tidak ada yang baca" ini link nya:
Radio Kajian Bisnis Online | Episode 75 - Kenapa Anda Harus Terus Menulis Walaupun Tidak Ada Yang Membaca
http://www.podbean.com/media/share/pb-jt4pc-5dd446

Ternyata kita harus terus menulis untuk melatih mengeluarkan apa yang ada dalam pikiran kita agar bisa fokus...

Yups benar, terasa oleh saya sendiri, banyak sekali hal hal yang ada dalam pikiran saya tapi gak bisa diungkapkan, kepikiran tapi gak bisa atau sulit diungkapkan. Bahkan di blog ini sendiri sangat sedikit apa yang telah tulis di publish padahal yang udah  ada beberapa tulisan di draft tapi gak dipublish.

Dengan sering menulis atau membuat video mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran kita akan membuat kita lebih fokus dan jelas/clear dalam mengungkapkan sesuatu.
Yah... Mudah mudahan kedepannya akan bisa lebih produktif lagi dalam membuat tulisan, tulisannya bukan berharap banyak yang baca tapi untuk melatih diri sendiri aja ;)

Saturday, April 23, 2016

Review Koneksi Internet 3G Axis dan Telkomsel (April 2016)

Kali ini mau bahas lagi (update) koneksi internet GSM ala 3G, soalnya perangkat 4G nya belum ada... hikz... karena hape saya ada fitur dual SIM nya, saya pakai dua kartu GSM yaitu Axis dan Telkomsel, kebetulan keluarga juga pada pake kedua kartu itu jadi menelfon sesama operator kan biasanya tarifnya lebih murah kan....

Sudah pasti hasil review saya ini tidak ilmiah karena tidak menggunakan standar penelitian ilmiah. Saya melakukan tes koneksi internet hanya di daerah rumah di area Kiaracondong Bandung, dan beberapa tempat yang kebetulan saya lewati.

Pertama review Axis, saya menggunakan kartu Axis ini sudah cukup lama, sebelum Axis diambil alih oleh XL. Overall saya merasa kurang puas dengan performanya sekarang ini namun diimbangi dengan harga paket yang cukup ekonomis (murah), padahal sebelumnya bisa dibilang saya sangat puas mengenai harga paket dan performanya, namun sekarang ini performanya sangat jauh menurun daripada sebelumnya. Dahulu sekitar dua tahun yang lalu, di rumah bisa mendapatkan speed rata-rata