Hati-Hati Penipuan Mengatasnamakan Telkomsel (2019)

Siang hari kemarin saya di telepon seseorang yang mengaku dari Telkomsel, dia mengaku sebagai officer Telkomsel bermaksud memberitahukan bahwa waktu penukaran poin akan segera berakhir. Kebetulan saat itu saya memang memiliki poin yang belum ditukarkan, jadi ya didengerin aja dulu apa yang akan dikatakannya.

penipu
penipu

Dia bilang, "kami bisa membantu bapak, untuk menukarkan poin tersebut ke dalam bentuk voucher Alfamart sebesar satu juta rupiah, atau berupa gratis pembayaran tagihan selama tiga bulan." wah oke juga nih pikir saya.

"Nanti bapak hanya perlu menyebutkan 4 angka yang akan kami kirimkan dari Telkomsel ke HP melalui SMS, silahkan dilihat pak SMSnya..." Saya lihat ada kode OTP yang dikirimkan melalui Aplikasi Telkomsel, ahh.... sudah pasti penipuan kata saya dalam hati, lalu saya coba kasih tau kodenya tapi ngasal, bla...bla...bla...bla... kata saya, dia bilang, yang betul pak nomernya... Lalu saya tanya lagi ke dia ini beneran dari Telkomsel, dia bilang betul ini dari Telkomsel... mau nya sih ngerjain si penipu itu, tapi bingung juga mau ngomong apa ya sudah langsung aja saya tutup teleponnya. Hufft..... penipuan ini mirip dengan usaha penipuan yang minta kode untuk masuk aplikasi Go-Jek sebelumnya

Oke jelas-jelas ini penipuan karena gak mungkin pihak telkomsel menanyakan kode One Time Password (OTP) ini. Tapi saya masih belum tahu bagaimana modus atau untuk apa kode OTP tersebut akan dia pergunakan.

Setelah browsing-browsing, kode OTP tersebut digunakan untuk membeli paket-paket data yang dia kirimkan ke nomor-nomor telepon lain, yang tentu saja milik si penipu itu. Bahkan ada yang sampai tertipu sebesar Rp 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) berupa paket data sebanyak 47 kali, dengan polosnya korban memberitahukan kode OTP yang masuk ke dalam HP nya, dan Telkomsel pun tidak mau tau pokoknya tagihan tersebut harus dibayar, kalau tidak Telkomsel akan menyerahkannya kepada pihak ketiga yaitu penagih hutang, wow....

Korban-korban penipuan ini pun cukup banyak, ada juga yang langsung sadar dan melaporkannya ke pihak Telkomsel, namun tetap saja tagihan harus dibayar, walaupun si paket data yang dibeli tersebut diblokir dan tidak dapat digunakan sampai expired massa berlakunya.

Dilema


Dalam penjelasannya Telkomsel menyatakan masyarakat harus berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan, Telkomsel tidak pernah meminta kode OTP dari konsumennya, dan jangan pernah memberikannya kepada pihak manapun juga.

Masalah ini jadi dilema juga sih buat Telkomsel, masalahnya kalau ada penipu yang mengaku ditipu, padahal dia memang menjual paket data tersebut kepada orang lain bagaimana? kan repot juga.
Tapi Telkomsel menurut saya harus "fair" atau adil juga dunk kalau sudah laporan kemudian diblokir sampai tidak bisa dipakai paket data yang sudah dibelinya, trus apa kerugian buat Telkomsel? kenapa harus tetap dibebankan pada korban?

Ada satu hal lagi yang cukup mengganjal pikirian saya, si penipu tadi mencoba merayu saya dengan iming-iming voucher Alfamart sebesar satu juga rupiah atau bebas tagihan selama tiga bulan. Bagai mana dia bisa tau kalau saya menggunakan pascabayar kartu Halo? saya tidak pernah menceritakan kepada orang lain kalau nomor saya sudah migrasi ke kartu Halo. Bagaimana caranya si penipu ini tau? apakah Telkomsel pernah di Hack? sehingga data pelanggan kartu Halo bocor ke pihak penjahat? atau ada permainan orang dalam? semoga hal ini bisa diatasi juga oleh internal Telkomsel, dan semoga kita semua bisa terhindar dari kejahatan penipuan seperti ini. Aamiinn....


Comments

Popular posts from this blog

Just Dance Now, Game Seru Bermain Sambil Berolah Raga

Review Perbandingan Antara Iflix dengan Hooq

Pengalaman Menjadi Mystery Shopper