Cara mengatasi kebiasaan suka menunda-nunda

Sebagian dari kita suka menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya dikerjakan. Alih alih mengerjakan susuatu yang harusnya dikerjakan, ini malah mengerjakan hal-hal yang remeh temeh dan menyeangkan saja buat dirinya, misalnya: Ah browsing-browsing dulu sebentar, main game dulu sebentar, baca-baca majalah sebentar, scrolling facebook dan instagram bentar eh taunya makan waktu banyak jadinya, dan tugas atau pekerjaan tersebut batas waktunya atau deadline sebentar lagi. Mau gak mau harus ngebut ngerjainnya, atau klo ada tugas kuliah atau sekolah ada istilah Sistem Kebut Semalam atau SKS hehe...

ini ada salah satu video yang udah lama dari the Dominic Show tentang Procrastinate atau menunda, lumayan lucu juga, jadi inget sama diri sendiri upss....


Kemarin saat browsing-browsing nyasar ke youtube dan nonton satu video tentang procastinate atau kebiasaan menunda ini, ditayangkan di channel TED Talk dan pembicara dalam video itu bernama Tim Urban, ia seorang blogger yang cukup berpengaruh dan pemilik web: wait but why
Ini dia videonya, yang berjudul: "Inside the mind of a master procrastinator - Tim Urban",


Disana Tim Urban menggambarkan sifat suka menunda itu sebagai "the monkey",  seekor monyet licik yang sukanya bersenang-senang dan perilaku pengambil keputusan digambarkan sebagai seorang yang rasional dan pengambil keputusan. Terkadang atau malah sebagian besar waktu si monyet ini mengambil alih perilaku kita, bermain dan bersenang senang sampai suatu ketika sampailah pada "tenggat waktu" yang disebut dengan "The Panic Monster" dan cuma hal inilah satu-satunya yang ditakuti oleh si monyet nakal itu.

Sebagian dari kita pada akhirnya dapat mengerjakan sesuatu karena adanya si panic monster tadi, tapi bagaimana bila suatu keadaan yang gak ada batas waktunya, maka gak ada deadline yang menakuti si monyet nakal itu. Pada akhirnya kita sendirilah yang seharusnya bisa mengontrol kedisiplinan diri sendiri.

Cara untuk mengatasi kebiasaan menunda ini saya pernah membaca buku yang berjudul "The Seven Habits of Highly Effective People" yang ditulis oleh Sthephen Covey. Di buku itu digambarkan dengan suatu diagram atau matrix untuk manajemen waktu, seperti ini gambarnya:


Ada empat sifat dari kepentingan waktu ini, yaitu:

  1.  Penting - Mendesak, contohnya: krisis, batas waktu suatu proyek, anak menangis.
  2.  Penting - Tidak Mendesak, contohnya: perawatan diri, olah raga, meditasi, keluarga dan teman, proyek jangka panjang, perencanaan keuangan, rekreasi dan bersenang-senang
  3.  Tidak Penting - Mendesak, contohnya: menerima telepon, alarm, mengecek email dll
  4.  Tidak Penting - Tidak Mendesak: Nonton TV, bersosial media seperti facebookan, instagram, twitter dll, buang-buang waktu, menghayal gak jelas.


Nah seperti ini lah gambaran manajemen waktu  dilakukan oleh orang-orang yang sangat efektif. Prioritasnya tentu saja Penting - Mendesak harus didahulukan, namun agar pekerjaan pertama ini tidak sering muncul seperti proyek yang sudah mendekati batas waktu yang tentu saja bisa membuat kita menjadi stress, maka justru yang seharusnya lebih banyak dilakukan di kuadran ke-2 yaitu melakukan pekerjaan yang penting namun tidak mendesak.

Jadi kerjakanlah proyek atau tugas-tugas yang harus dikerjakaan saat waktunya masih panjang sehingga bila ternyata mendekati tenggat waktu atau deadline pun sebagian besar pekerjaan itu sudah selesai dikerjakan sehingga tidak akan stress seperti bila baru mulai mengerjakannya saat mendekati batas waktu.

Nah, godaan-godaan untuk mengerjakan sesuatu yang ada di kuadran ke-2 tadi cukup besar, yaitu kelompok di kuadran 4, yaitu pekerjaan yang tidak penting dan tidak mendesak seperti scrolling time line facebook dan instagram yang seringnya gak terasa memakan waktu yang cukup banyak. Jadi cobalah gabungkan untuk memaksakan diri untuk mengerjakan perkerjaan yang "Penting dan Tidak Mendesak" dengan menghadirkan "si Panic Monster" tadi sehingga kita terpacu untuk segera mengerjakan semua pekerjaan yang harus dilakukan.

Comments

sudirno said…
ya begitulan kadang manusia memang kyaknya kbanykan sperti itu hehe suka menunda-nunda dan kadang menjadi kebiasaan hhe

Popular posts from this blog

Just Dance Now, Game Seru Bermain Sambil Berolah Raga

Review Perbandingan Antara Iflix dengan Hooq

Pengalaman Menjadi Mystery Shopper