Telkom dan Telkomsel Sudah Membuka Blokir Netflix?

Pemblokiran Netflix oleh Telkom - Telkomsel sudah dibuka?

Barusan saya baca di salah satu portal berita bahwa Telkom dan Telkomsel telah membuka blokir terhadap Netflix. Setelah saya coba ternyata benar, saya bisa membuka aplikasi Netflix menggunakan Internet Service Provider (ISP) Indihome dari Telkom dan juga menggunakan Telkomsel. 
Namun di Telkomsel belum sepenuhnya dibuka blokirannya, bisa akses tapi tidak bisa memutar film-film yang ada. Sedangkan melalui Indihome bisa diakses antarmuka aplikasi Netflix juga film-filmnya bisa diputar.

Pemblokiran ini sebenarnya dimanfaatkan oleh para pesaing ISP yang lain, contohnya saya pengguna Axis. Nah di axis ini ada paket "ketengan" video yang bisa digunakan untuk mengakses Youtube maupun Netflix dengan harga yang cukup murah, yaitu sebesar Rp 1500 dengan kuota sebesar 2 GB lumayan murah kan, dibandingkan harus berlangganan Virtual Private Network (VPN) yang harganya cukup mahal kalau kualitasnya bagus.

Sebelum dibukanya blokiran Telkom Grup ini, telah terjadi perdebatan panjang dan panas di dunia maya. Saya pun termasuk yang mengecam keputusan Telkom Grup memblokir layanan ini. Salah satu alasan kenapa Netflix mereka blokir karena adanya konten yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. Lalu saya pikir apa bedanya dengan HBO-Go? toh konten-kontennya juga ada yang gak sesuai dengan budaya bangsa. 

Saya ngga tau apa yang dimaksudkan mereka dengan budaya bangsa, namun saya pikir mungkin yang dimaksud adalah konten untuk orang dewasa, yang ada adegan ketelanjangan, sex, kekerasan maupun penggunaan narkoba.

Nah, semuanya juga ada di HBO-Go kan, contohnya di film serial Game of Thrones, di film tersebut ada adegan kekerasan, ketelanjangan dan sex juga, trus kenapa mereka tetap menayangkannya juga kan....

Film Serial "Sex Education" Contoh Buruk Bagi Remaja

Tapi... setelah saya selesai menonton film serial di Netflix yang berjudul "Sex Education", saya jadi berpikir mungkin keputusan Telkom Grup memblokir Netflix sudah benar karena film ini merupakan contoh dari konten yang tidak sesuai dengan budaya bangsa itu tadi.
Kenapa saya menontong serial Sex Education itu sampai selesai? dua season, masing-masing 8 seri per seasonnya. Karena filmnya emang seru sih, ada lucunya ada dramanya pula sekelumit permasalahan remaja di Inggris dan keluarganya.

Namun yang menjadi masalah di sini bagaimana jika film ini ditonton oleh anak-anak remaja? mereka yang masih mencari jati diri tentu dapat lebih mudah terpengaruh. Di film tersebut seolah-oleh sex bebas di kalangan remaja adalah hal yang hal yang biasa. Perilaku homoseksual dan Lesbian di muka umum juga digambarkan seolah-olah hal yang lumrah. Tentu film ini bisa menjadi contoh buruk buat anak-anak remaja.
Parental Lock atau Kontrol orang tua tidak bisa digunakan untuk menjustifikasi bahwa anak-anak remaja tidak bisa menonton konten dewasa karena adanya fitur ini. Oh sungguh naif sekali, anak-anak remaja usia SMP atau SMA dapat dengan mudah mengakses konten ini bila mereka membeli atau berlangganan sendiri meggunakan uang jajan mereka tanpa sepengetahuan orang tua, bahkan mungkin saja mereka patungan biar bisa lebih murah biayanya, 

Jadi sekarang saya setuju bila pemerintah bisa menekan penyedia konten untuk menarik atau menghapus kontennya di wilayah Indonesia, walaupun mereka nantinya bisa saja tetap membuka dengan menggunakan VPN namun setidaknya sudah ada usaha untuk melindungi moral anak bangsa. Konon kabarnya HBO sudah menyetujui perjanjian ini, mereka akan menarik kontennya bila diminta oleh pemerintah, Netflix pun seharusnya sama demikian bukan?

Comments

Popular posts from this blog

Just Dance Now, Game Seru Bermain Sambil Berolah Raga

Review Perbandingan Antara Iflix dengan Hooq

Pengalaman Menjadi Mystery Shopper